Renungan Luasnya Alam Semesta ini

       Pernahkah kita membayangkan luasnya alam semesta ini ?, untuk memudahkan mari kita asumsikan bahwa kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik . Kemudian, bayangkanlah kita sedang berada dalam sebuah pesawat yang kecepatanya sama dengan kecepatan cahaya, yakni 300.000 km/detik. Ini berarti dalam satu kedipan mata, kita yang sebelumnya berada di Banda Aceh akan sampai di Papua. Kemudian dalam satu menit kita telah mengelilingi bumi sebanyak tujuh kali. Dan dalam waktu lima menit kita telah tiba di matahari. Sekarang bayangkanlah benar-benar, seolah-olah kita sedang dalam berada dalam pesawat ini. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, sampai genap satu tahun kita telah berkendara. Alangkah jauhnya jarak yang telah kita tempuh. Kemudian kita asumsikan itu sebagai jarak satu tahun cahaya.

          Sekarang, marilah kita gunakan satuan tahun cahaya ini untuk membayangkan besar dari jagad raya. Jagad raya ini berisikan bintang-bintang yang bekelompok dalam gugusan yang disebut galaksi. Setiap galaksi beranggotakan bintang-bintang dalam jumlah yang sangat banyak, dari ratusan ribu, hingga miliaran bintang. Garis tengah suatu galaksi bervariasi dari sekitar 10.000 tahun cahaya hingga lebih dari 100.000 tahun cahaya, sedangkan jarak antara dua galaksi yang berdekatan bisa mencapai jutaan tahun cahaya. Padahal di jagad raya ini diperkirakan terdapat ratusan miliar galaksi. Dapat kamu bayangkan, betapa luasnya jagad raya ini? Bagaimana pula dengan kita, manusia-manusia yang hidup diatasnya ?


         

           Cara termudah membayangkan besarnya alam semesta adalah bila kita sedang menyapu rumah di pagi atau sore hari, debu-debu yang sangat kecil tampak berterbangan melayang-layang di depan mata kita. Akan lebih jelas bila terkena sinar matahari yang masuk ke rumah.Diilustrasikan sebagai alam semesta, salah satu titik debu yang melayang di depan mata kita itu adalah sebuah kumpulan galaksi maha raksasa yang isinya miliaran galaksi, triliunan bintang dan planet.Terbayangkah besarnya? Di alam semesta, jangankan matahari dan bumi, tata surya kita saja, tidak mungkin terlihat. Diibaratkan debu rumah, besarnya tata surya kita (ingat bukan matahari apalagi bumi) sepersejuta debu yang melayang-layang itu.
        Sang Pencipta telah memberikan kesadaran kepada kepada kita, betapa kecilnya arti keberadaan kita agar kita sadar bahwa kita sungguh tak pantas untuk berlaku sombong di muka bumi ini. Agar kita sadar sudah sepantasnyalah kita merendahkan diri di hadapan-Nya.




Previous
This is the oldest page
Thanks for your comment